Kamis, 12 Juni 2014

mengapai cita-cita demi orang tua

Mengapai cita-cita demi orang tua

Malam sudah sangat larut, hingga kota ini ini sunyi seperti kota tanpa penghuni. Tapi kenapa tidak denganku? Dua kelereng hitam ini masih saja bergelinding ke sana kemari padahal sedikitpun aku tak bisa, kelopak mataku seolah ada benda kecil yang menahan agar dia tetap kembali terbuka. Kegelisahan inilah yang mengatur otakku, untuk tidak mengirim pesan istrahat ke mataku.

Saya tak sabar untuk besok karena pada saat itu saya inggin mengejar cita yang kudambakan pada saat dulu, tapi apakah saya mampu melewati semua cobaan, apalagi orang tua tidak bersama saya karena semua kata-kata orang tua sangat berguna. Kalu tidak dengan bantuan orang tua dengan doa pasti saya takan mencapai cita-cita dengan lancar.

Mereka berdua sangat penting bagi saya, karena mereka sudah mendidik saya dari kecil sampai sebesar sekarang ini, pendidikan ini tidak sama dengan pendidikan di sekolah yang selalu punya aturan yang tidak masuk akal apa lagi guru –guru yang yang tidak berkualitas asal mengajar aja.karena itu saya akan sekolah dengan baik, dan pasti orang tua bangga dengan keberhasilan yang mereka dambakan.

Apa lagi saya anak pertama yang harus melihat adik-adik saya, karena mereka harus berhasil mencapai-cita seperti saya.  itulah sebabnya saya harus berhasil dan sukses dan saya juga tak lupa berdoa agar tuhan selalu memberikan  kesehatan,kelak saya bisa berguna bagi orang tua dan negara ini, kalu ada kemauan pasti ada jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar