Selasa, 17 Oktober 2017

Hak dan Kewajiban Istri Menurut Jasa Pengacara Perceraian

Salah satu kewajiban jasa pengacara perceraian adalah memastikan seorang istri mendapatkan haknya dari suaminya. Entah apakah dia yang mengajukan gugatan cerai atau digugat cerai oleh suaminya. Jika suami telah pindah dan isti tetap tinggal di rumah perkawinan, istri memiliki hak untuk membantu membayar uang hipotek dan biaya rumah tangga lainnya. Bahkan jika tidak ada perbedaan besar antara penghasilan, hakim mungkin memerintahkannya untuk membayar setengah hipotek dan utilitas secara pendente lite.


Sebelum perkara diputuskan, maka istri masih memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang istri. Demikian juga dengan hak tentang rumah. Dia harus siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika harus membayar bagian suami yang ada di dalam rumah gono-gini jika memang istri tetap ingin tinggal di sana, tentunya bagian ini sudah dikurangi bagian anak-anak yang menjadi hak asuh istri.
Suami tidak bisa menjual properti, seperti real estat, sementara perceraian sedang berlangsung. Jadi semuanya masih bisa dikatakan sebagai milik bersama jika belum ada keputusan hakim berkaitan dengan perceraian tersebut.

 Jika suami sampai bisa menjual aset gono-gini selama proses berlangsung, istri bisa mengajukan gugatan dan meminta hak tersebut untuknya. Pembagian harta dan hak maupun kewajiban ini memang masalah yang pelik yang harus diselesaikan. Jika memang tidak ada itikad baik dari pasangan, maka istri harus bersiap dengan segala kemungkinan, namun harus sigap mengumpulkan bukti guna memenangkan perkara bersama dengan jasa pengacara perceraian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar